Home Susastra Berkah Ramadhan, Semua Kembali pada-Nya

Berkah Ramadhan, Semua Kembali pada-Nya

126
0
SHARE
Berkah Ramadhan, Semua Kembali pada-Nya

Sayup-sayup terdengar lagu Michael Bubble, Me and Mrs Jones, ya lagu yang cukup akrab ditelinga itu menemaniku, di tengah jemari menari-nari menyentuh keyboard laptop miliku.

Masih sepi sendiri di rumah jogloku, di Dusun Kadisono, Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, Sleman, Jogjakarta,  seperti biasa. Di tengah belajar tafakur pada Gusti Allah saat Ramadhan ini, berita berseliweran riuh di berbagai media. Televisi, koran, online, membahas aneka ragam permasalahan umat manusia. Termasuk nenek penjual makanan yang kena ‘sikat’ Satpol PP.

Bukan ingin memperpanjang, memperdalam, dan memperiuh suasana. Sudah banyak analisi dan gegap gempita, pro-kontrak membahasnya. Meme-meme bermunculan, baik pro-kontra, terkait hormat menghormati, berpuasa dan tidak. Memborbardir dan ujung-ujungnya membuat jengah, semua itu tidak membuat hati lebih tenang, membuat hidup lebih nyaman. Yang muncul adalah rasa permusuhan, rasa ego mendalam, dan ini akan terus begitu.

Tak ingin memperkeruh, dan hanya ingin mengambil pelajaran dari kejadian yang ada. Semuanya adalah kembali pada Gusti Allah, sang penguasa alam. Begitu Dia berkehendak, dalam hitungan menit, detik, hari, minggu, semua mudah dibolak-balikkan. Hati manusia, hanyalah kuasa Tuhan yang memilikinya. Seperti wayang, kita manut pada kehendak dalang, Yang Maha Rahman dan Rahim.

Dari semua yang mengikuti, menyimak, semuanya adalah ujian dan cobaan. Si nenek, penjual makanan, dicoba dengan sikap Satpol PP. Penegak perda, diberi ujian dan cobaan untuk bertindak bijak. Sang media, memberitakan dengan bijak atau tidak. Sang penonton, tergerak atau tidak, peduli atau tidak. Masyarakat netizen, tergerak, dan terkumpul duit melimpah. Sang nenek kembali dihadapkan pada ujian mental, sanggup menerima, berlapang dada, dan mensyukuri semua garis Illahi, atau tidak. Dan kini bertambah dengan ujian kekayaan yang tiada terbayangkan segalanya. Penegak perda alias Satpol PP, juga mendapat cobaan makian dan hinaan dari berbagai lapis masyarakat. Pemilik uang tergerak mengumpulkan uang dan menyumbang ke nenek. Semuanya tidak terputus, sambung menyambung, layaknya sebuah cerita perwayangan.

Indah bukan, kuasa Tuhan. Rangkaian kejadian, positif atau negatif, ujian atau cobaan, mendaki atau menurun, semuanya memiliki nilai-nilai ajaran yang harus diserap dengan baik, oleh umat manusia. Semua terjadi pada Ramadhan yang begitu agung dan suci. Di sini, Ramadhan ini juga menjadi momen spesial, buat yang telah menunggu dengan kerinduan yang membuncah.

Di sini pula, saat Ramadhan, memberikan banyak pelajaran berharga pada kita. Saat kita diajak untuk lebih bersabar, lebih membumi, dan lebih religius....saat lebih mengenal Tuhan yang maha kreatif.

Ah...ini pelajaran yang bisa kupetik, dan semoga buat pembaca semua. Dan lagu Michael Bubble masih terngiang....lagu Me and Mrs Jones, yang bercerita soal perselingkuhan dua manusia. Ups, udah ah, jangan menjadi inspirasi bagi semua. Salam

 

Tempel, 16 Juni 2016

 

Tempel, 16 Juni 2016

Heru Setiyaka, Praktisi Media