Home Serba Serbi JNE SesuaikanTarif Pengiriman di Tahun 2019

JNE SesuaikanTarif Pengiriman di Tahun 2019

Bagian Upaya Meningkatan Pelayanan

288
0
SHARE
JNE SesuaikanTarif Pengiriman di Tahun 2019

Keterangan Gambar : ilustrasi JNE

 

Pihak maskapai penerbangan menerapkan kebijakan untuk menaikkan biaya kargo udara sekitar 70 % persen atau menaikkan tarif SMU (Surat Muatan Udara). Menindaklanjuti hal tersebut, perusahaan JNE ikut melakukan penyesuaian tarif pengiriman atau ongkos kirim. Haapannya, agar JNE bisa memberikan pelayanan prima, sehingga paket yang diamanahkan pelanggan setia bisa dikirimkan ke semua destinasi.

Sebagai salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres swasta dalam negeri, JNE bersama-sama perusahaan sejenis lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), sepakat melakukan penyesuaian tarif pengiriman pada Januari 2019. Langkah ini sesuai arahan DPP Asperindo melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018.

Presiden Direktur JNE M. Feriadi menyatakan, JNE melakukan penyesuaian tarif bersama-sama dengan lebih dari 200 perusahaan anggota Asperindo lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyesuaian tarif pada bulan Januari 2019 ini, agar iklim usaha antara perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik tetap kondusif serta harmonis. Ini merupakan komitmen JNE dalam mewujudkan prinsip yang diusung seluruh perusahaan anggota Asperindo, yaitu “Bersaing Namun Tetap Bersanding”.

Penyesuaian tarif pengiriman JNE berlaku untuk service Regular, OKE, dan YES dimulai tanggal 15 Januari 2019 pukul 00:01 WIB. Penyesuaian tarif tersebut berlaku untuk pengiriman paket dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) ke seluruh tujuan dalam negeri. Sementara untuk pengiriman paket dalam kota atau antar kota dalam Jabodetabek tetap berlaku tarif normal. Besaran kenaikan tarif dari Jabodetabek, tergantung pada tujuan pengiriman paket dan jenis layanan yang digunakan dengan kenaikan rata-rata sebesar 20%.

“Demi mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta melanjutkan berbagai inovasi maupun pengembangan JNE di berbagai bidang, maka kebijakan melakukan penyesuaian tarif pengiriman paket atau ongkos kirim kami lakukan.  Langkah ini harus dilakukan untuk menyesuaikan berbagai biaya operasional yang turut meningkat seiring dengan kenaikan biaya kargo udara yang diberlakukan oleh pihak maskapai penerbangan, kata Feriadi, beberapa waktu lalu.

Ia meneruskan, penyesuaian tarif pengiriman akan berdampak luas, sehingga kebijakan tersebut bagi JNE merupakan langkah terakhir yang semaksimal mungkin diupayakan tidak terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, JNE beberapa kali menaikan tarif pengiriman atau ongkos kirim yang diberlakukan bagi pelanggan setia. Di dorong oleh berbagai faktor, baik eksternal mau pun internal, pada 2008, ongkos kirim JNE dinaikan sebesar 17 %  dan tahun 2013 naik kembali sebesar 10 %  - 15  %. Kemudian tahun 2015 atau 3 tahun yang lalu, JNE juga menaikan ongkos kirim sebesar 10 % -15 %.

Dengan pengembangan dan inovasi JNE di berbagai sektor, seperti jaringan, infrastruktur, strategi distribusi, dan yang lainnya, penurunan tarif pengiriman juga terjadi. “JNE berkomitmen mewujudkan semangat tagline “Connecting Happiness” yang bermakna mengantarkan kebahagiaan, bukan hanya terhadap pengirim dan penerima paket, tapi juga masyarakat luas di berbagai bidang, sehingga dalam menghadapi kondisi yang mengharuskan JNE untuk melakukan penyesuaian tarif, sebisa mungkin diiringi dengan upaya menurunkan tarif pengiriman ke beberapa kota tujuan dengan menggunakan segenap kapabilitas yang dimiliki, tegas Feriadi.

Besaran penurunan ongkos kirim JNE sebesar rata – rata 17% diberlakukan untuk pengiriman dari Jabodetabek ke beberapa tujuan. Kota – kota destinasi paket tersebut adalahTegal, Purwakarta, Cilegon, Cirebon, Semarang, Surabaya, Bandar Lampung, Madiun, Malang, Probolinggo, Jember, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Ujungpandang, Sorong, Palembang, Batam, Mataram, Bontang, Kendari, Ternate, Ambon, Jayapura, Bengkulu, Jambi, Medan, dan Banda Aceh.

Menghadapi kenaikan harga kargo udara atau tarif Surat Muatan Udara (SMU) ini, JNE bersama perusahaan anggota Asperindo lainnya, juga menjalankan beberapa langkah strategis selain melakukan penyesuaian tarif. Langkah ini  antara lain, memilih moda transportasi alternatif untuk paket dengan tujuan yang memungkinkan dikirimkan menggunakan selain pesawat terbang, dan menyusun rencana untuk menyediakan angkutan “freighter” yang dapat digunakan secara bersama – sama oleh anggota Asperindo.(hes)