Home Idea Mengintip Multiplayer Efek dari TUG Milik XL (1)

Mengintip Multiplayer Efek dari TUG Milik XL (1)

Lebih Dinamis, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

352
0
SHARE
Mengintip Multiplayer Efek dari TUG Milik XL (1)

Keterangan Gambar : PEDULI : foto ini merupakan ilustrasi kegiatan XL di bidang sosial

 

Semenjak ada Telepon Umum Gratis (TUG) bantuan dari XL sekitar dua tahun lalu, ada perubahan yang cukup drastis yang terjadi di Dusun Ngreso, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.  Masyarakat di sana lebih dinamis. Hasil pertanian yang tinggal di 40 kilometer dari Solo ini juga semakin bernilai tinggi.  

            Semula pengepul yang datang seringkali memainkan harga pertanian. Namun hal itu bisa diatasi oleh masyarakat yang mulai bisa menghubungkan langsung ke pasar di Kota Karanganyar atau bahkan langsung dikirim ke pasar di Solo. Masyarakat tidak lagi menjual sendiri, tetapi mengumpulkan bersama dan menjual dengan sistem kerja sama.

            Efek lain dari masyarakat yang berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut itu, bahwa informasi perubahan harga produk pertanian lebih cepat terakses oleh mereka.

            Sebelumnya, sehari atau paling cepat tiga-empat jam, perubahan harga baru diketahui mereka, namun dengan adanya alat komunikasi tersebut bisa lebih cepat lagi. Ketersediaan alat itu bisa mempercepat akses informasi dan menguntungkan mereka, karena terbebas dari jeratan pengepul produk pertanian yang suka mempermainkan harga hasil pertanian.

            Sugeng Wiyono, sesepuh Dusun Ngreso Tawangmangu, Karanganyar mengungkapkan, sejak adanya TUG tersebut, dominasi operator lain beralih ke XL. Di samping itu, kegiatan karang taruna juga bertambah, semisal ikut dalam jual-beli produk seluler seperti nomor perdana dan voucher, khususnya XL.

            Mereka juga lebih kreatif lagi dengan memanfaatkan TUG untuk mengakses informasi seputar pekerjaan, informasi produk pertanian dan bibitnya.

            Lain Ngreso, lain pula di Samigaluh. Salah satu kota kecamatan di Kulonprogo juga diberi fasilitas yang sama, sekitar akhir 2008 silam. Sampai sekarang, tiga TUG yang diletakkan di Kompleks Kantor Kecamatan Samigaluh, puskesmas dan dekat Koramil dimaksimalkan untuk berkomunikasi dengan warga.

            “Letak kami yang sekitar 40 kilometer dari pusat pemerintahan Pemda Kulonprogo membuat kami kesulitan saat berkonsultasi soal pemerintahan. Untungnya, ada telepon umum gratis, sehingga memudahkan kami berkonsultasi (khususnya sesama pengguna XL) terutama mengenai surat-menyurat tingkat pemerintahan kecamatan dengan kabupaten,” ungkap Sekretaris Kecamatan Samigaluh Sumaryo.

            Sumaryo menegaskan, di luar orang-orang kecamatan, masyarakat sekitarnya juga memanfaatkan hal serupa, biasanya untuk berkomunikasi yang penting dan mendadak. Apalagi ketersediaan alat komunikasi tersebut tersedia 24 jam.

            Senada dengan yang diungkapkan Sumaryo, Haryanto, Kasie Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Samigaluh menilai, kedepannya peralatan TUG tersebut bisa mendorong keberadaan kecamatan yang berada pada ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut (dpl) untuk berkomunikasi intensif. Apalagi kecamatan yang berjarak 20 kilometer dari Kota Jogja tersebut sangat kaya akan objek wisata seperti Suroloyo, Goa Seriti, serta daerah penghasil cengkeh termasyhur dari Daerah Istimewa Jogjakarta.

            “Akan menjadi fasilitas bagi masyarakat dan wisatawan. Harapannya, tidak sekadar 3 menitan saja, tetapi lebih lama. Misalnya 5 menit. Syukur-syukur bisa ke lain operator,” kata Haryanto yang mengakui adanya TUG tersebut mempengaruhi pilihan nomor perdana yang diinginkan penduduk, dan XL akhirnya banyak dipilih.

            Antara Ngreso Tawangmangu dengan Samigaluh berjarak kurang-lebih 160 kilometer. Namun hadirnya alat yang disumbangkan oleh XL memberikan dampak yang sama, yaitu produktivitas masyarakat meningkat.

            Memang, kedua jarak tersebut tetap bisa terhubung dengan alat komunikasi TUG tersebut, tapi kedua daerah yang satu berada di Jawa Tengah dan lainnya ada di Jogjakarta tersebut tidak ada kesepakatan untuk saling meniru atau saling memberi contoh terhadap produktifitas yang mereka lakukan.

            Masyarakat yang ada di sekitar TUG melihat fungsi sebagai alat komunikasi dan bisa mendukung kerja mereka. Itulah yang menjadi persamaan di antara keduanya, tanpa mereka sadari.

            Di luar itu, masih banyak lagi TUG yang ditempatkan oleh XL. Tidak hanya di daerah terpencil seperti yang dicontohkan tadi. Di Plaza Ambarrukmo, tepatnya di dekat Careffour juga dipasangi TUG. PR Plaza Ambarrukmo Jogjakarta FX Indria Ratu Patimasang mengakui fungsi TUG ternyata dimanfaatkan oleh masyarakat yang berbelanja di Careffour.

            “Biasanya mereka yang berbelanja untuk dijual lagi. Kadang mereka menelpon soal belanja mengingat harga-harga kebutuhan sehari-hari paling banyak berubah. Sebagian lagi menelpon untuk dijemput karena belanja sudah selesai,” kata Indria mengungkapkan keberadaan TUG yang ada di Plaza Ambarrukmo.(bersambung)

 

 

Heru Setiyaka, Praktisi Media

 

Dimuat di Harian Umum Radar Jogja (Jawa Pos Group),  Hari Jumat, 29 Januari 2010.