Home Idea Mengintip Multiplayer Efek dari TUG Milik XL (2)

Mengintip Multiplayer Efek dari TUG Milik XL (2)

Untuk Jogja Berawal Saat Merapi Tengah Waspada

684
0
SHARE
Mengintip Multiplayer Efek dari TUG Milik XL (2)

Keterangan Gambar : LOGO XL: ilustrasi berita mengenai XL yang diambil dari Antaranews.com

 

 

Konsultan Usaha Kecil Menengah (UKM) Jogjakarta Onna F. Syaifuddin menegaskan, salah satu mempercepat produktifitas masyarakat pinggiran adalah adanya peralatan komunikasi. Hadirnya alat komunikasi seperti ponsel, lanjut Onna yang sehari-hari bekerja di Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) Jogjakarta ini, melihat pelaku UKM sangat membutuhkan peralatan komunikasi.

            “Segala lapisan masyarakat bisa berkomunikasi dengan mudah. Bisa dengan voice ataupun SMS,” ujarnya. Apalagi dengan adanya telepon umum gratis (TUG) seperti yang dihadirkan XL, tidak sekadar bisa berkomunikasi tetapi masyarakat memanfaatkan untuk mendorong usaha mereka. “Minimal, soal harga mereka tidak dipermainkan lagi oleh tengkulak, karena mereka bisa menelpon ke kota. Bagi mereka, ini sebuah terobosan yang luar biasa dan sangat membantu masyarakat,” papar Onna.

            Onna mencontohkan beberapa pelaku UKM sudah melakukan peningkatan dan terinspirasi dari adanya kehadiran seluler. Bahkan, mereka dengan inisiatif belajar memanfaatkan teknologi dari sekadar voice dan SMS, meningkat dalam mengakses data. Apalagi operator seluler mulai bersaing menyediakan fasilitas data yang bisa diakses dengan ponsel.

            Contoh yang nyata adalah yang dilakukan oleh pengusaha asal Kulonprogo Martini. Lulusan SMP ini dari semula hanya sebagai pekerja lepas. Kini sudah membuka usaha sendiri di bidang handycraft. Pelan tetapi pasti, produk Martini Collection mulai diterima pasar dalam negeri.

            Di sela menyelesaikan order yang diterima, Martini belajar internet di warnet untuk membuat email. Dia juga melakukan komunikasi dengan calon buyer dari luar negeri, dengan facebook, twitter, YM dan masih banyak lagi. Ia pun kemudian mendapat pembeli dari luar negeri. Bahkan,

            Martini tidak sendirian, untuk urusan pelaku UKM di Jogjakarta masih banyak lagi. Ada Nurul Indah Khasanah ST, pengusaha Tuna Abon sekaligus Sekretaris Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Sleman (ASPIKA). Ia sukses mengembangkan usahanya dengan memaksimalkan teknologi komunikasi. 

            Kemudian  Setyo Wibowo yang merupakan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIJ sekaligus wakil dewan dari PAN di tingkat Provinsi DIJ juga sukses melakukan ekspor gaplek juga berkat kemampuannya memanfaatkan teknologi IT.

            Promotion Coordinator DIJ - Central Java 2 PT Aviata Tbk (XL) Mochammad Hardin mengatakan, jumlah TUG di areanya cukup banyak, lebih dari 50 TUG yang tersebar di Jogjakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

            Selain contoh di atas, beberapa titik yang ditempatkan ada di AMIKOM Jogjakarta dan Universitas Widya Mataram (UNWIDHA) Klaten. Keberadaan alat tersebut merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) XL di saat ada kejadian yang membutuhkan saluran komunikasi.

            “Untuk Jogjakarta berawal dari adanya bencana gempa dan saat Merapi tengah dalam keadaan waspada. Kami hadirkan TUG sebagai fasilitas dari XL dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Hardin.

            Perkembangan selanjutnya, TUG hadir sebagai fasilitas umum untuk masyarakat yang membutuhkan. Mulailah TUG ditempatkan di kampus, beberapa tempat fasilitas umum di rumah sakit atau pusat perbelanjaan hingga dikembangkan di beberapa kecamatan.

            G. Kusbaroto, Regional Sales Operasional Manager (RSOM) PT Aviata Tbk (XL) DIJ-Jawa Tengah 2 menegaskan, pihaknya kurang mengetahui jumlah pasti TUG di seluruh Indonesia. Menurut Totok-sapaan akrab G Kusbaroto, jumlah alat komunikasi gratis tersebut tergantung dari masing-masing region untuk memanfaatkannya.

            Ke depannya program penempatan TUG tersebut tetap akan dilakukan. Soal penempatan, pihak XL tidak mempunyai planning pasti, tapi berdasarkan pada kebutuhan yang di masing-masing region.

            ”Karena kita tetap memantau efektifitas dan fungsi maksimal yang bisa diambil masyarakat di sekitar keberadaan TUG tersebut. Bisa jadi, TUG yang sudah tidak efektif akan direlokasi,” imbuhnya. Ditegaskan Totok TUG merupakan fasilitas yang di berikan di tempat tertentu untuk meningkat komunitas XL di area yang ditempatkan TUG.

            Sementara itu Pengamat Telekomunikasi Wing Wahyu Winarno lewat berbagai kesempatan dan dalam blog-nya menegaskan, di tengah tingkat kompetisi yang cukup tinggi antaroperator, pelanggan membutuhkan layanan bernilai tambah.

            Salah satu strategi yang dilakukan para operator seluler dalam merebut pasar dengan menawarkan tarif murah. Bahkan tarif murah tersebut sampai mengorbankan keuntungan perusahaan, terbukti dari masa berlakunya yang terbatas. *

           

Heru Setiyaka, Praktisi Media

 

Dimuat di Harian Umum Radar Jogja (Jawa Pos Group),  Hari Sabtu, 30 Januari 2010.