Home Serba Serbi PTPN V Lindungi Karyawan dengan BPJS Ketenagakerjaan

PTPN V Lindungi Karyawan dengan BPJS Ketenagakerjaan

147
0
SHARE
PTPN V Lindungi Karyawan dengan BPJS Ketenagakerjaan

Keterangan Gambar : antarafoto.com

PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) menjadi tuan rumah Upacara Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Riau, di lapangan komplek Venue Tenis PTPN V di Pekanbaru, Jumat (14/02/2020). Upacara peringatan Bulan K3 Nasional yang dilaksanakan sekali setahun tersebut dipimpin Menteri Ketenagakerjaan Dra H. Ida Fauziyah, M.Si dan diikuti 1.000 orang peserta yang berasal dari berbagai perusahaan di Riau tersebut. Pada kesempatan tersebut, , juga dihadiri Gubernur Riau Drs. H Syamsuar, M.Si, jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan pimpinan Perusahaan di Provinsi Riau.

Dirut PTPN V Jatmiko K. Santosa usai upacara menegaskan, perusahaan yang dipimpinnya berkomitmen memberikan jaminan sosial kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerjanya. Pada momen peringatan bulan K3 Nasional tahun ini, Jatmiko menambahkan, PTPN V mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Tidak hanya itu, PTPN V juga  mendaftarkan seluruh karyawan yang dipekerjakan tersebut sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

"PT Perkebunan Nusantara V berkomitmen memberikan jaminan sosial keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerjanya. Setelah mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi karyawan pemanen dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), hari ini, PTPN V telah mendaftarkan seluruh karyawan tersebut, sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," ungkap Jatmiko K. Santosa.

Menurutnya, langkah tersebut sebagai upaya perusahaan memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja, agar mampu menghadapi resiko-resiko sosial secara mandiri dan bermartabat.  

"Perusahaan berupaya maksimal untuk menerapkan K3. Di antaranya dapat dilihat dari sertifikasi K3 yang dimiliki oleh seluruh pabrik serta penghargaan zero accident yang didapat. Namun sekecil apapun potensi resiko, kita harus mempersiapkan dan memberikan perlindungan, tidak hanya atas kesehatan dan keselamatan, termasuk juga dari sisi ekonomi dan sosial", tegasnya.

Resiko sosial merupakan resiko yang mungkin terjadi dalam kehidupan pekerja, serta berdampak terhadap kemandirian ekonomi pekerja dan keluarganya. Mulai dari resiko kecelakaan kerja, hilangnya pendapatan, resiko kematian, sampai dengan resiko hari tua.

"Kami mendaftarkan karyawan PKWT yang baru diangkat Januari lalu, bukan hanya wujud kepatuhan terhadap penerapan k3 di lingkungan perusahaan, tapi juga guna mengantisipasi seluruh resiko, termasuk resiko sosial, secara mandiri dan bermartabat, demi kesejahteraan karyawan itu sendiri," kata Jatmiko.

Menteri Ketenagakerjaan Dra Hj Ida Fauziyah MSi yang menjadi inspektur upacara memberikan apresiasi dan memuji PTPN V atas komitmen dalam menerapkan perlindungan K3 di lingkungannya.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan PTPN V. yakni, memberdayakan UKM dan komitmen penerapan K3 patut ditiru. Saya minta untuk bisa ditularkan ke PTPN lain", pinta menteri.

Selain itu, PTPN V juga melakukan kontrak pengadaan alat panen dengan total Rp 1,6 miliar, yang dibeli dari UMKM Pandai Besi setempat guna mendorong peningkatan ekonomi melalui pengembangan kapasitas produk industri kecil dan menengah. Tidak hanya fokus dalam penerapan K3, pada peringatan Bulan K3 tahun ini anak perusahaan Holding BUMN Perkebunan berkomoditas karet dan sawit ini juga menyerahkan Kontrak Pengadaan Alat-Alat Pertanian PTPN V pada UMKM - Koperasi Rumbio Jaya Steel dengan total rencana pengadaan senilai Rp 1,6 miliar.

"Tahap pertama, kita tandatangani kontrak pengadaan alat-alat panen seperti egrek, dodos, gancu, dan lain sebagainya senilai Rp 915 juta. Total rencana pengadaan alat panen yang akan diberikan kepada UKM lokal di Riau ini, mencapai Rp 1,6 miliar," sebut Jatmiko. "Wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian melalui peningkatan UMKM, perluasan lapangan kerja dan penggunaan produk dalam negeri," katanya.(***)